Breaking News

Islam

Politik

Tampilkan postingan dengan label Revolusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Revolusi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2016

JANGAN, JANGAN DITERUSKAN. HIKS...


Ini gila. Saya mendapat undangan untuk menandatangani petisi agar dilakukan audit keuangan terhadap MUI. Alasannya karena MUI, selain menggunakan dana dari APBN, juga menarik uang dari masyarakat untuk pengurusan sertifikat halal.


Sebetulnya sih, biasa saja. Semua lembaga yang menarik duit dari masyarakat sejatinya harus bisa mempertanggungjawabkan. Diperlukan keterbukaan laporan keuangan agar tidak terjadi salah paham. Ada yang menghitung, potensi uang dari sertifikat halal mencapai Rp 240 triliun.
Tapi, masa sih, kita gak percaya sama MUI? Meskipun tanpa audit, jika sudah distempel halal, terus kamu mau apa? Mau bilang itu belum tentu halal, makanya harus dibuktikan dengan audit? Itu namanya suudzon. Kamu tahu, suudzon, apalagi sama lembaga sekelas MUI, sungguh bukan tindakan terpuji.
Jangankan suudzon. Nusron yang matanya memang belo saja, dianggap memeloti ulama, kok. Padahal kalau tidak salah, Nusron dibesarkan ketika lagu "Mata Indah Bola Pingpong' dari Iwan Fals sedang hit-hitnya. Struktur bola matanya memang begitu.

Jadi sudahlah, petisi itu gak perlu diteruskan. Lagipula apakah kita kuat jika ada ustad yang merekam tangisannya lagi?
Apa kamu mau di timeline FB kamu berlalu lalang lagi video lelaki yang wajahnya disendu-senduin lalu dia menangis gegerungan? Apakah kamu tidak melihat kepiluannya? Rasa pilu yang bagaikan disayat pisau Swiss Army, lalu lukanya ditetesi cuka Cap Petani, lantas disundut Dji Sam Soe. Juss...
Lihat saja saat dia menggigit bibirnya yang mulai bergetar. Suara isaknya tertahan, seperti tidak kuat mengekang perasaannya sendiri. Perasaan orang yang tersakiti.

Coba perhatikan matanya yang mulai mendung, seperti langit Jakarta di awal Oktober. Dia benar-benar sedang bersusah hati. Air matanya berlinang, mas intan yang kukenang. Bumi, gunung, sawah, lautan. Simpanan kekayaan....

Sedih mblo. Terlalu sedih untuk kita resapi. Manusia mana yang sanggup melihat video yang sangat menyayat hati itu? Jika kita tidak menangis menonton video itu, jangan-jangan kita tergolong mahluk yang tidak punya hati atau tidak punya empati. Atau kita adalah mahluk yang tidak punya perasaan. Atau mungkin tidak punya duit?

Jadi, jangan. Jangan ditiru, ya. Jangan. Adik-adikku, saya mohon jangan diteruskan petisi itu. Hiks...


Penulis: Eko Kuntadhi
Read more ...

Sabtu, 15 Oktober 2016

Pemimpin Muslim di “Kawasan non-Muslim”


Jika pada postingan sebelumnya, saya pernah memosting mengenai sejumlah “pemimpin” Kristen di daerah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, maka kini saya ingin mengulas tentang sejumah walikota atau presiden Muslim di “kawasan non-Muslim.”

Sadiq Aman Khan

Kita tentu sudah mendengar nama Sadiq Aman Khan, politisi muda Muslim dari Partai Buruh yang terpilih sebagai Walikota London, Inggris, belum lama ini. Sesaat setelah terpilih sebagai Walikota London, Sadiq Khan yang juga penulis buku “Fairness not Favours: How To Reconnect with British Muslims” langsung tancap gas menggaet para pengusaha dan konglomerat Muslim di London untuk bersama-sama memajukan dan memakmurkan penduduk di ibukota Inggris ini. Sebelumnya, Inggris, tepatnya London Borough of Tower Hamlets, juga pernah mempunyai walikota Muslim bernama Muhammad Abdullah Salique atau Muhammad Abdus Salique (berdarah Bangladesh).

Sadiq Khan tidak sendirian. Ada sejumlah nama beken pemimpin Muslim lain seperti Mohamed Arturo Cerulli yang pada 2008 terpilih sebagai walikota Muslim pertama di Monte Argentario, Italia. Karena dipandang sukses menahkodai kota di Propinsi Grosseto ini, pada 2013, ia terpilih lagi sebagai walikota. Rotterdam, Belanda, juga pernah memiliki walikota Muslim. Namanya Ahmed Aboutaleb, seorang Muslim-Sunni-Berber berdarah Maroko. Kota Calgary di Alberta, Kanada, juga memiliki walikota Muslim yang bernama Naheed Kurban Nenshi. Ia adalah seorang profesor muda lulusan Harvard, berdarah Tanzania, dan pengikut Syiah Nizari Ismaili.

M. Saud Anwar

Amerika juga memiliki beberapa walikota Muslim seperti M. Saud Anwar, yang terpilih sebagai walikota Muslim pertama di kota South Windsor, Connecticut. M. Saud Anwar adalah satu dari tokoh Muslim di Amerika yang gencar memerangi “kaum radikal-ekstrimis” (baik Muslim maupun bukan) dan kaum “Islamophobia” di Amerika, yaitu sejumlah kelompok non-Muslim yang antipati terhadap Islam dan umatnya. Ia mengvisikan Islam yang damai dan toleran terhadap non-Muslim. Kemudian Mohammed Hammeduddin, yang terpilih sebagai Walikota Teaneck di New Jersey. Menariknya, wakil walikotanya adalah seorang Ortodoks Yahudi bernama Adam Gussen, yang merupakan teman sekolah Pak Walikota ini sejak di SMU sampai di perguruan tinggi: Rutgers University.

Bukan hanya walikota saja, beberapa tokoh Muslim juga pernah tercatat sebagai presiden di sejumlah negara yang penduduknya mayoritas non-Muslim seperti Ahmadou Ahidjo (Kamerun), Noor Mohamed Hassanali (Repubik Trinidad and Tobago), Michel Djotodia (Republik Afrika Tengah), Omar Bongo Ondimba (Republik Gabon), Abdul Kalam (India), dlsb.

Poin penting yang ingin saya sampaikan disini adalah umat beragama itu, tak terkecuali umat Islam, harus berwawasan luas, berpikiran global, dan memiliki visi jauh ke depan demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Bukan malah sebaliknya: berwawasan sempit, berpikiran lokal, dan memiliki visi jauh ke belakang ke “zaman batu” ratusan abad silam.

Buka mata kalian lebar-lebar, rajin-rajinlah berfikir, giatlah melakukan olah rasa dan pikiran, perbanyaklah membaca dan melakukan "piknik intelektual" jangan seperti "upil dalam hidung" yang selalu ngumpet di lubang sempit atau "kodok dalam panci". Kita ini hidup di abad ke-21, di zaman mondern yang penuh sesak dengan teknologi canggih dan internet. Tentu saja di abad modern ini, umat beragama memiliki tantangan yang sangat jauh berbeda dan jauh lebih kompleks dari abad-abad silam, dan karena itu, harus disikapi dengan bijak dan dewasa, bukan dengan sikap keangkuhan dan kekanak-kanakan.

Jabal Dhahran, Arabia

Penulis: Sumanto Al Qurtuby
Read more ...

Rabu, 03 Agustus 2016

TURKI SEDANG MEMBERANGUS PERADABAN

"Saya tidak terlalu khawatir dengan permintaan ekstradisi, sama seperti saya tidak khawatir dengan kematian," kata Fetullah Gulen, ulama kharismatik yang dituduh Erdogan mendalangi kudeta militer di Turki.
Saat kudeta terjadi, Gulen mengecamnya. Makanya ketika Erdogan menuduh Gulen mendalangi kudeta, komentarnya singkat saja. "Saya tidak akan melakukan apa pun yang akan menodai martabat saya."
Gulen memang orang besar. Ulama, intelektual, penulis dan aktifis pendidikan juga konsen dengan isu-isu tolaransi. Pandangan keagamaanya membawa nafas Jalaluddin Rumi yang penuh kasih. Untuk menyebarkan ajaran Islam yang toleran dan menghargai sains dia menggagas berdirinya berbagai lembaga pendidikan. Salah satunya lembaga Pasiad yang jaringannya sampai ke Indonesia.


Putri saya bersekolah di dua tempat di bawah naungan Pasiad : Sekolah Pribadi di Depok dan Sekolah Kharisma Bangsa di Pondok Cabe, Tenggerang Selatan. Sekolah-sekolah yang bekerjasama dengan Pasiad tersebar di berbagai kota di Indonesia, dengan berbagai program beasiswa.
Bukan hanya di Indonesia, jaringan sekolah Pasiad ini ada di Korea, Australia, Malaysia, Selandia Baru, berbagai negara Eropa, Amerika, juga Afrika. Kebanyakan siswanya muslim. Tapi tidak menutup diri dari siswa beragama lain. Sebab ideologi yang dikembangkan Gulen adalah Islam yang menjunjung dialog peradabani.

Gulen juga menggagas semacam ruang pembelajaran luar sekolah. Dia mendidirkan asrama (rumah bersama) yang isinya anak-anak dari sekokah negeri. Anak-anak itu bersekolah seperti biasa, tapi mereka disiapkan rumah khusus. Mereka tinggal bersama untuk mendapatkan pendidikan tambahan seperti sains, matematika, bahasa inggris dan menghafal Quran.
Anak teman saya Muhammad Furqon Jamzuri, mengikuti program ini di Pasar Minggu. Dia selalu bercerita tentang anaknya yang bersikap lebih positif, mulai menghafal Quran dan prestasi lebih bagus di sekolahnya. Saya rasa sedikit banyak jasa Gulen sampai ke anak itu di Pasarminggu. Sebuah jarak yang terbentang ratusan ribu kilometer dari AS, tempat tinggalnya sekarang.
Kenapa Gulen mengembangkan jaringan pendidikan ke seluruh dunia, bukan hanya di Turki? Jika cuma kekuasaan Turki yang diinginkannya kenapa repot-repot memberi beasiswa buat seorang siswa di Pasarminggu? Mungkin karena Gulen lebih tertarik untuk mengembangkan peradaban, ketimbang cuma duduk di kursi kekuasaan. Saya tidak tahu.
Bagi Gulen mengembangkan masyarakat harus melalui pendidikan. Dia kumpulkan konglomerat Turki untuk mengembangkan pendidikan melalui dananya. Mendirikan sekolah, menyebar beasiswa,mensosialisasikan ideologi Islam penuh kasih sayang, mengembangkan toleransi, sambil tetap berpegang teguh pada nilai keislaman. Gulen mengembangkan Islam yang bermartabat. Yang bisa berdiri sejajar dengan komunitas lain di dunia.

Jika pendidikan menjadi konsen Gulen dalam menyebarkan gagasannya, wajar saja jika pengaruhnya sedemikian dalam di Turki. Jutaan jiwa pernah tersentuh ajarannya. Tertular semangatnya. Disana dikenal dengan sebutan Hizmet atau Gulen Movement. Semangat menyebarkan kebaikan, penghargaan pada ilmu, berwawasan internasional, tapi tetap memegang nilai keagamaan secara ketat.
Makanya di pemerintahan dan birokrasi banyak orang Turki yang merasa seide dengan Gulen. Mereka inilah yang kini dibersihkan Erdogan dari Turki.

Kabarnya Erdogan telah menahan 7000 orang dan mengancam memberlakukan hukuman mati. Bukan hanya itu dia telah memecat 20 ribu guru, ribuan pegawai kementerian pendidikan. Juga memberh3ntikan 1.557 dekan di berbagai universitas Turki.
Sementara 2.700 hakim dan jaksa juga dicopot dari jabatannya. Pemberhentian juga terjadi pada Gubernur, ribuan polisi, ribuan karyawan kementerian dalam negeri, kementrian keuangan, kantor Perdana Menteri, kementrian agama dan dinas intelejen.

Bersih-bersih mengerikan ini adalah bagian dari usaha Erdogan untuk membendung pengaruh Fetullah Gulen di Turki. Sebuah tindakan yang menurut saya berlebihan dan sia-sia.
"Daftar surat perintah penangkapan sudah ada tidak lama setelah kudeta gagal mengisyaratkan hal itu telah disiapkan sebelumnya dan digunakan pada momen tepat," kata Johannes Kahn, komisioner Uni Eropa.
Erdogan memang seperti paranoid. Dia kuatir kekuasaannya terganggu. Sementara Gulen adalah seorang pendidik dan menyebar ideologi. Sehebat-hebatnya politik meredam sebuah ideologi yang rasional dan manusawi, saya rasa tidak akan efektif. Sejarah mencatat betapa pendeknya usia kekuasaan dan betapa abadinya hasil sebuah memikiran.
Erdoga boleh saja memecat dan menyingkirkan siapapun yang terpengaruh dengan ide-ide Gulen. Tapi itu seperti meminum aspirin untuk mererakan demam akibat typus. Tidak banyak gunanya. Cuma sementara saja hasilnya.

Politik yang ketakutan dengan bersemainya ide-ide, akan terlihat seperti monster dalam film Monster Inc, dia takut dengan cekikikan anak kecil. Tapi ide-ide, meskipun dilindas sedemikian rupa tidak akan mati. Seperti anak kecil yang tidak kehilangan keceriaannya meski hidup dalam camp pengungsi.
Ingat waktu Soeharto menggencet Gus Dur dan ingin membersihkan NU dari pengaruh Gus Dur, nyatanya ide-ide yang dibawa Gus Dur justru makin berkembang sekarang. Seorang diktator bisa membunuh seorang manusia, tapi dia pasti gagal menguburkan sebuah ide yang terlanjur berbiak.
Saya tidak setuju dengan kudeta politik. Jalan paling beradab untuk pergantian kekuasaan hanyalah via Pemilu. Tapi memberangus semua orang yang tidak seide, saya rasa sama tidak beradabnya dengan kudeta poilitik.

Penulis: Eko Kuntadhi
Read more ...

Rabu, 01 Juni 2016

AUDITOR KUDU DIAUDIT

BPK ngotot ada kerugian pada transaksi pembelian tanah RS Sumber Waras. KPK bilang tidak ada indikasi pidana. Kini ketua BPK Harry Azhar Azis sedang puyeng. Namanya ada dalam dokumen Panama Papers, seperti ditulis Tempo minggu ini.

Harry Azhar Azis

Harry Azhar Azis adalah mantan anggota DPR yang membidangi masalah keuangan, perbankan dan juga perpajakan. Dia juga pernah menjadi anggota badan anggaran DPR. Selain Harry, tersangka korupsi Hambalang Nazaruddin (mantan anggota badan anggaran DPR) juga memiliki perusahaan cangkang untuk menyembunyikan harta kekayaan, mencucinya atau menghindari pajak. 

Kekayaan yang dilaporkan Harry hanya mencapai Rp 9 milyar. Kebanyakan berupa tanah dan rumah. Sementara itu tidak banyak surat berharga yang dilaporkan. Nah, adanya nama Harry dalam Panama Papers ini, jelas menggambarkan bahwa ada kekayaan yang disembunyikan di luar negeri. Entah apa motivasinya.
Jika untuk menghindari pajak, jelas luar biasa. Harry Azhar Azis adalah orang yang menggeluti aturan perpajakan saat duduk di DPR. Dia adalah pejabat negara yang membuat aturan, agar rakyat bayar pajak. Dan jika benar Harry memiliki saham di perusahaan cangkang, baik untuk menyembunyikan kekayaan maupun menghindari pajak, ini adalah tontonan yang amat tidak lucu.

Yang pasti, sebagai pejabat negara, tidak melaporkan kekayaan dengan benar adalah tindakan tidak etis.
Tampaknya ketua BPK kudu diaudit...

Penulis: Eko Kuntadhi
Read more ...

Kamis, 12 Mei 2016

Di KTP Tidak Perlu Dicantumkan Kolom Agama


Saya kira Indonesia perlu mencontoh Arab Saudi dalam hal peniadaan kolom agama di KTP. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau "KTP" penduduk Saudi itu tidak ada kolom agamanya. Beberapa kali saya mengecek "KTP" para kolega dan murid-murid Saudi-ku untuk memastikan tentang hal ini. Karena itu, saya mengajak pemerintah, ulama, dan umat Islam pecinta Saudi di Indonesia khususnya untuk mencontoh kebijakan politik "per-KTP-an" kerajaan ini. Jangan hanya "salafisme", tata-busana, dan "gaya hidup"-nya saja dong yang dicontoh tetapi harus, seperti slogan kalian selama ini, "kaffah" alias total, menyeluruh, komprehsif, termasuk dalam hal KTP ini. 

Contoh KTP

Dari tahun ke tahun saya memperhatikan dan berdasarkan laporan dari Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) di Semarang, sebuah institusi non-pemerintah dimana saya ikut sebagai "Dewan Pendiri" (http://elsaonline.com), yang melakukan berbagai kegiatan riset, pelatihan, dan advokasi terhadap berbagai kelompok minoritas agama di Jawa Tengah, para aparat pemerintah lokal sering kali menyalahgunakan wewenang dan mendiskriminasi kelompok minoritas agama dan kepercayaan. Hak-hak politik mereka sebagai warga negara yang, meskipun memiliki kewajiban sama dengan warga lain (seperti membayar pajak dlsb), secara sistematis diabaikan oleh aparat setempat.

Bukan hanya aparat pemerintah, masyarakat secara umum--yang mengklaim sebagai mayoritas--juga iku-ikutan mendiskriminasi dan bersikap intoleran dengan mereka. Di Jawa Tengah, banyak sekali kelompok-kelompok kecil keagamaan dan kepercayaan (atau sebut saja "agama lokal") yang menjadi korban perilaku diskriminan dan intoleran ini: tidak mendapatkan pelayanan publik yang memadai, kesulitan mengurus pernikahan, kerepotan mengurus kematian, diledek dan diolok-olok sebagai kafir, musyrik, penghuni Neraka dll. Saya melihat mereka ini secara psikologis, agama, budaya, maupun politik sangat tersiksa dan sedikit sekali yang peduli dengan komunitas ini. Landasan politik dan agama untuk melindungi hak-hak mereka sebagai warga negara sangat rapuh.

Oleh karena itu, jika memang kolom agama hanya digunakan untuk mendiskriminasi bebijakan dan hanya menambah daftar keburukan dan ketidakdilan di masyarakat, mengapa tidak dihapus saja kolom agama ini dari KTP toh Tuhan tidak butuh statistik agama, bukan?

Penulis: Sumanto Al Qurtuby
Read more ...

Minggu, 27 Maret 2016

GELOMBANG SEJARAH MENERPA JAKARTA

Warga Jakarta sedang memulai sejarahnya sendiri. Itu yang saya rasakan. Keputusan Ahok maju via jalur independen telah membalik seluruh logika kekuasaan saat ini.
Jika dulu parpol merasa pede, bahwa setiap kandidat harus unggah-ungguh mengharap dapat tiket Pilkada, lengkap dengan maharnya. Kini tidak lagi. Kandidat-kandidat terbaik, hanya perlu menunjukan kinerja, integritas, track record dan komitmennya pada NKRI.
Setelah itu, rakyat yang akan mengusungnya. Rakyat yang akan berjuang untuknya. Rakyat yang akan berkeringat.

Sudah tidak jamannya lagi keputusan tentang nasib rakyat hanya dibahas dalam ruang-ruang sempit, di atas meja para elit. Sudah bukan jamannya lagi rakyat hanya dipandang sebagai objek politik yang digiring seperti domba ke bilik-bilik pemilihan suara.

Sesungguhnya rakyat adalah subjek. Rakyat adalah penentu. Dan itu dibuktikan relawan Ahok. Dibuktikan oleh anak-anak muda, ibu-ibu rumah tangga, para buruh, pedagang asongan, para pekerja profesional warga Jakarta. Dibuktikan oleh mereka yang selama ini dianggap apolitis.
Apa yang dilakukan relawan Ahok bukan hanya untuk Jakarta. Gemanya akan terdengar sampai Papua, Aceh, Kalimantan, Maluku, Sulawesi. Semangatnya merambat ke seluruh Indonesia. Bahwa kita --sebagai rakyat-- adalah penentu masa depan kita sendiri!

Mereka bukan hanya sedang berjuang untuk mendudukan Ahok ke kursi Gubernur. Mereka sedang melawan kepengapan politik yang makin hari makin menyesakkan.

Mereka sedang berjuang untuk melawan oligarki partai dan kesombongannya. .
Mereka sedang berjuang melawan politisi yang merasa lebih berjasa daripada tetesan keringat rakyat.
Mereka sedang berjuang melawan para elit yang merasa lebih berhak memutuskan persoalan rakyat, ketimbang rakyat itu sendiri.
Mereka berjuang melawan bos-bos besar yang selama ini kongkalikong merampok duit rakyat.
Mereka juga sedang berjuang untuk melawan pemecah belah bangsa yang menunggangi isu-isu agama. Membenturkan muslim dan non-muslim, lalu memungut untung dari konflik agama.
Mereka sedang berjuang melawan para pengasong yang menjual ayat Tuhan untuk kepentingannya sendiri.
Mereka sedang berjuang melawan orang picik yang masih teriak soal pribumi dan non-pribumi. Soal putra daerah atau bukan. Soal warga asli atau pendatang.
Mereka sedang berjuang untuk sebuah keterbukaan politik. Untuk perimbangan kekuatan baru.
Tidak ada jalan yang mudah untuk sebuah revolusi. Tapi langkah sudah dimulai. Dan sejarah sedang ditulis di langit Jakarta.

Saya tidak mau jadi penonton yang bertepuk riuh di pinggir gelanggang. Saya merasa berkepentingan terlibat bersama mereka. Dengan segala keterbatasan saya.

Pilgub DKI Jakarta

Saya ingin bersama-sama mereka untuk merayakan perubahan.
Demi cita-cita berbangsa. Demi masa depan anak-anak saya. Meski saya cuma warga Depok, yang cari nafkah di Jakarta...

Penulis: Eko Kuntadhi
Read more ...

Minggu, 20 Maret 2016

JAKARTA! BERHENTILAH JADI PEMUNGUT REMAH ROTI

Serangan terus dibombardir ke Ahok. Di ranah hukum, ada aliansi masyarakat mengajukan gugatan praperadilan terhadap KPK, agar lembaga anti korupsi itu cepat-cepat menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus RS Sumber Waras.

Padahal praperadilan biasanya diajukan oleh tersangka yang merasa aparat hukum salah dalam menindak, sebelum kasusnya naik ke persidangan. Jadi menggugat biasanya adalah pihak tersangka.
Nah, kalau yang ini kebalik. Justru maunya agar aparat hukum menjadikan Ahok tersangka untuk kasus Sumber Waras. Lho, kalau belum cukup alat bukti? Ya, gak apa-apa. Yang penting tetapkan dulu sebagai tersangka. Dengan begitu, Ahok akan gagal maju dalam Pilkada.

Ahok

Penjegalan terhadap Ahok juga datang dari DPR. Komisi II DPR yang berencana merevisi UU Pilkada. Salah satu rencananya menaikkan syarat dukungan untuk calon independen. Sebelumnya 7% sd 10% akan dinaikan menjadi 20%.

Jika UU itu jadi direvisi, dibutuhkan 1,4 juta dukungan agar Ahok bisa maju via jalur independen. Angka itu termasuk moderat. Jika mau aman banget, ya minimal 2juta dukunganlah.
Sedangkan jadwal pendaftaran pasangan calon harus masuk Agustus 2016 ini. Sekarang jumlah dukungan riil untuk Ahok mencapai 900 ribu. Bisakah kelompok relawan Ahok mengumpulkan 1juta dukungan tambahan dalam waktu 5 bulan?

Partai-partai itu mau menjegal Ahok, karena demam Pilkada Jakarta pengaruhnya akan sampai ke seluruh Indonesia. Apalagi ini Pilkada serentak. Jika banyak tokoh hebat daerah meniru jalan Ahok, bisa-bisa harga mahar per partai akan jauh berkurang. Dan pundi-pundi partai kosong melompong.
Jadi semua tergantung Anda, warga Jakarta. Jika dalam 5 bulan ini Anda hanya diam, jangan salahkan kalau pesta mereka tidak akan berhenti. Lalu kita cuma kebagian membersihkan ruangan bekas pesta, memunguti sisa-sisa remah roti di lantai. Untuk sarapan esok pagi.

Jika mau dianggap setara dan diundang sebagai tamu terhormat, cepatlah ke mall atau ke mana saja tempat stand Teman Ahok berdiri, Isi formulir dukungan. Itu artinya Anda sedang ikut mengusahakan perubahan. Ikut menaikan harkat Anda sebagai rakyat. Bukan cuma jadi tukang pungut remah roti.
Kini Ahok seperti berhadapan dengan hampir seluruh elemen politik di Indonesia. Dia dianggap lalat penganggu, yang merecoki pesta para politisi..

Ahok dan Teman Ahok juga harus mau membuka diri dengan berbagai kelompok relawan lain. Sebab kekuatan penjegalnya seperti tembok Berlin yang sulit diruntuhkan.

Tapi percayalah, sejarah membuktikan, bekas reruntuhan tembok itu kini cuma jadi souvenir...

Penulis: Eko Kuntadhi
Read more ...

Minggu, 31 Januari 2016

MANUSIA BER-ANGKA

"Bang, boleh kami undang untuk berbicara di kelompok kami ? Tapi maaf, kami tidak bisa memberi banyak. Kami hanya bisa memberi uang sangu sekian juta rupiah saja.."
Malam itu menjadi momen yang penting bagi saya. Seseorang menghargai apa yang saya lakukan dengan nilai materi yang cukup besar bagi saya. Seharusnya saya bahagia. Tetapi entah kenapa saya jadi teringat sebuah peristiwa.

Pada situasi sulit, seorang teman menawarkan saya beberapa proyek, hal yang sebenarnya biasa saya kerjakan dulunya. Dia berniat ingin membantu saya dengan mengangkat kembali ekonomi saya.
Saya berterima-kasih atas niat baiknya. Tetapi ada hal yang sulit saya jelaskan, bahwa saya bukan tidak bisa mencari pekerjaan itu lagi, tetapi lebih karena nurani saya sudah menolaknya. Saya paham betul bahwa proses untuk mendapatkan proyek itu harus saya lalui mulai entertain, menyuap dan lain-lain. Dan, damn, di bidang itu saya adalah ahlinya.



Proses kembali menjadi manusia mematangkan cara berfikir, bahwa materi hanyalah ukuran kesuksesan di mata manusia. Saya menjadi budak angka, sebuah bilangan yang bernafas. Kenyamanan saya dapatkan melalui penghargaan dan penghormatan. Padahal sejatinya saya labil karena kosong dan miskin.
Saya sampai pada satu titik pemikiran bahwa Tuhan adalah CEO alam semesta dengan perhitungan yang maha detail. Saya harus membawa laporan keuangan kepada-Nya darimana sumber materi yg saya dapat, bagaimana cara saya menghabiskannya, dan bagaimana saya memperlakukannya.
Dan saya tidak ingin gagap, berkeringat dingin dihadapan-Nya hanya karena saya tahu bahwa mulai dari ujung sampai pangkal, mulai dari cara mencari sampai membagi, saya sudah salah semua. Saya berkhianat terhadap amanat yang dititipkan.

Dan sebagai "hukuman" supaya sadar bahwa apa yang saya lakukan salah, saya pun di-miskinkan. Semua yang haram dibuang dengan proses yang menyakitkan.
Temanku memaki "goblok", karena saya menolak "rezeki" yang dia tawarkan. Saya berkata, "saya memang goblok.." Bertahun-tahun saya goblok, bodoh, sombong karena tidak mampu memahami apa fungsi saya didunia, kecuali menyamankan ego saja.
Sulit sekali menyampaikan alasannya, karena dimensi berfikirnya sudah berbeda.
Dan ketika seseorang menawarkan sejumlah uang hanya supaya saya bisa membagi pengalaman dalam perjalanan hidup, saya tersenyum dan menolaknya.
"Tuhan tidak berhitung apa yang diberikan-Nya kepada saya, dan saya tidak ingin berhitung terhadap apa yang bisa saya bagikan. Saya hanya harus berterima-kasih terhadap semua pemberian-Nya dan mensyukuri semua nikmat-Nya.

Saya tidak ingin kembali menjadi manusia angka, saya hanya ingin datang kepada-Nya dan melapor bahwa saya sudah berusaha berfungsi sebagaimana layaknya manusia.."
Butuh bercangkir-cangkir kopi dalam perjalanan waktu, hanya untuk memahami sebuah pelajaran yang sebenarnya sangat sederhana....

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Selasa, 29 Desember 2015

AHOK, HULK SI PEMARAH

Ahok itu sebenarnya orang yang sangat penyayang kepada sesama.

Kasus Kampung Pulo dan Metro mini adalah gambaran siapa Ahok sesungguhnya. Dibalik kerasnya dan kasarnya ia berbicara, hatinya sebenarnya trenyuh. Ia gabungan antara Hulk si pemarah dan Sinterklas pemberi hadiah.

Ia trenyuh melihat betapa bertahun2 warga Jakarta ketakutan dengan sikap ugal2an supir metromini. Tetapi ia tahu, bahwa supir metromini begitu karena mereka mengejar setoran untuk makan. Disamping itu ia ingin menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta, dan yang pasti ia ingin Jakarta ini seperti kota di negara maju dimana semua tertata dengan rapih dan modern.

Ahok, Hulk Si Pemarah


Bagaimana menyatukan itu semua ?

Masalahnya ada di sistem transportasi. Ia lalu menawarkan konsep integrasi dalam sistem transportasi. Transportasi Jakarta harus nyaman, aman, murah dan tepat waktu. Dengan kenyamanan yang ada, maka warga Jakarta akan lebih memilih transportasi umum daripada naik kendaraan pribadi.
Maka ia menawarkan kepada kopaja dan metromini untuk bergabung dengan transJakarta, dengan syarat perbarui armadamu. Sudah lama ia menawarkan konsep itu, tetapi selalu ditolak karena pengusaha angkutan umum sudah terlalu nyaman dengan sistem yang ada.

Dengan bergabungnya angkutan umum dalam satu moda yang terintergrasi, ia juga sekalian ingin mengangkat harkat para supir yang selalu "kejar setoran". Ia menawarkan sistem gaji berdasarkan kilometer berjalan, bukan berdasarkan jumlah penumpang. Dengan begitu, supir tidak lagi ugal-ugalan dan berlomba dengan sesamanya utk rebutan penumpang. Supir bisa mendapat sampai 7 juta per bulan, tanpa harus mempertaruhkan nyawanya dan nyawa penumpangnya hanya karena "kejar setoran".
Saya pernah lama tinggal di Jakarta, memang sangat berbahaya sebagai penumpang. Baru kaki naik sebelah, kernet sudah teriak kenceng, "Tarikkkkk..." Bus pun sudah lari kayak setan dikejar naga, apalagi kalau dibelakang sudah terlihat moncong rekannya.. Belum lagi di dalam bus desak2kan campur keringat, parfum murahan dan ketek yang jarang disiram. Dimana konsep manusiawinya ?

Selain itu kekumuhan di moda transportasi selama ini mengundang pengamen, pengemis, pemeras dan pencopet. Memberantas itu harus mulai dari akarnya, maka perbaharui sistemnya.
Nah, ketika ia sudah menawarkan sistem yang menguntungkan semua dan ditolak bahkan pake acara ngancam2, ia pun marah besar. Tidak ada yang bisa mengancam Ahok, bahkan dewa Zeus sekalipun. Ia balik mengancam, kalau mau bertarung mereka akan habis. Preman lawan dengan gaya preman. Kalau preman dilawan dengan gaya ratu kecantikan, ya bisa diperkosa sekelurahan.
Itulah Ahok dan dia tidak habis pikir kenapa orang yang mau diangkat harkat hidupnya malah melawan dirinya. Ahok bukan sekedar menghancurkan sistem lama, ia juga sudah menyiapkan solusinya sehingga tidak ada yang dirugikan. Apa kurangnya dia ?

Jadi kalau ada orang2 yang sok santun mengatakan Ahok itu sebagai pejabat tidak boleh kasar, dia tidak paham bagaimana susahnya melawan mental preman. Preman itu harus digertak bukan dihadapi dengan tangan melambai. Yang penting, lihat konsep besarnya maka akan mengerti arahnya.
Buat saya, Ahok adalah Gubernur terbaik se-Indonesia. Belum tentu Gubernur dari daerah lain ditempatkan di Jakarta bisa berlaku seperti dia. Mungkin sudah melambaikan tangan ke kamera tanda menyerah. Bu Risma masih didukung warga Surabaya, lha Ahok bahkan sebagian warganya ikut melawan dia.
Saya tidak bisa bayangkan, bagaimana rumitnya mengurai benang kusut di Jakarta yang terpelihara sekian lama. Mungkin secangkir kopi setiap pagi sudah tidak terasa lagi manisnya.

5-10 tahun lagi, ketika Jakarta sudah tertata dengan rapih, modern dan nyaman untuk ditinggali, kita akan berdecak kagum mengingat perjuangannya. Si Cina yang sering dimaki kafir itu benar2 malaikat yang diturunkan untuk warga Jakarta.

Ahok, may Allah bless you. Semoga natal ini, Tuhan memberkatimu.
Tertanda,
FBA - Fans Berat Ahok.

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Rabu, 23 Desember 2015

BELAJAR KE NEGERI CHINA

Jika melihat apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi ini, sekilas mirip dengan apa yg dilakukan China.
China adalah negara besar dengan total jumlah penduduk lebih dari 1 milyar jiwa. Pada masa pemerintahan Mao Zedong, China menganut sistem sosialisme penuh dengan menolak sistem kapitalisme ala barat. Seluruh sistem ekonomi sepenuhnya dikuasai pemerintah.

Belajar Ke Negeri Cina

Sistem sosialisme penuh ini ternyata menyebabkan kekacauan di China. Negara ini tidak berhasil mengeksplore dirinya lebih jauh karena banyak keterbatasan pemerintah. Gerak swasta sangat dibatasi, sedangkan korupsi di pemerintahan menggila karena kekuasaan yg tidak terbatas.

Memasuki era Deng Xiaoping, sistem ekonominya lebih pragmatis. Deng berhasil me-restrukturisasi sistem ekonomi China dengan menggabungkan konsep sosialisme dan kapitalisme. China membuka diri terhadap investasi asing dan swasta diberikan peran lebih dalam ekonomi, tetapi semua tetap mengikuti peraturan pemerintah. Pemerintah memberi fasilitas2 kepada swasta, membeli hasil kerja mereka dan menjualnya di pasar internasional.

Dengan sistem penggabungan itu, China tumbuh menjadi negara dengan ekonomi raksasa. Pemerintah menjadi pemain bukan hanya sebatas sbg pembuat kebijakan.
Kebalikan dengan Indonesia. Pada masa lalu sistem ekonomi kita menganut sistem kapiitalisme penuh. Negara hanya sebatas sbg pembuat kebijakan sedangkan swasta menjadi pemain dominan dalam ekonomi. Modal asing masuk dgn deras dan menguasai banyak sektor. Pemerintahan sangat korup karena mempermainkan regulasi atau kebijakan.

Ketika era pemerintahan Jokowi ini, negara mulai bermain dengan banyak mengambil alih sektor2 yg selama ini dikuasai kumpulan swasta. Sektor pendidikan, sektor kesehatan bahkan sektor transportasi mulai dikuasai negara dgn sistem akuisis secara halus.
Terbitnya BPJS mengambil alih peran kuat perusahaan asuransi asing yg selama ini berjaya disana. Dari premi yg diterima pemerintah trilyunan rupiah setiap tahun, digunakan utk pembiayaan infrastruktur dan penambahan modal kepada BUMN utk semakin memperkuat posisinya di internasional.
Di Jakarta, proyek Transjakarta menghantam lahan yg selama ini dinikmati bertahun2 oleh Organda. Pembangunan sistem transportasi dimana2 mulai dr tol laut smp mass rapid transit di kembangkan. Pulau2 dibangun rel kereta utk meningkatkan ekomoni.

Proyek swasembada pangan ditingkatkan utk menghantam impor yg selama ini dikuasai swasta. Presiden pun sudah meminta PTPN menyediakan 10 rb hektar lahan sbg pengembangan buah lokal. Pelan2 peran swasta yg dulu bermain secara bebas, diatur dan dikendalikan oleh pemerintah.
Kalau dulu China menganut sistem sosialisme kemudian akhirnya dipadukan dgn kapitalisme, Indonesia yg dulu menganut sistem kapitalisme sekarang memadukannya dgn sosialisme.
Dengan memadukan sistem ini, maka Indonesia sudah melakukan hal yg mirip dengan China dimana negara bermain dengan baik mengatur swasta, mengambil keuntungan darinya dan digunakan utk memajukan negara ini.

Karena itulah PT Freeport tidak bisa lagi bermain2 dgn pemerintahan sekarang, karena pemerintah tdk hanya mau bermain di sisi kebijakan dan pajak saja, tapi sudah harus menjadi pemain utama. Sudah terlalu lama kita duduk di bangku cadangan.
Ah, seandainya dulu pada zaman Soeharto beliau memainkan dengan baik kediktatoran-nya utk seluruh bangsa bukan hanya untuk kelompoknya yg rakus itu saja, bisa dibayangkan negara kita ini kayanya seperti apa. Meski kelihatannya negara ini maju tapi realitanya kapal ini bocornya dimana2.

Ditambah lagi periode 10 tahun yang bocornya di Kalimantan, nambalnya di Senayan, ya makin banyak bocornya. Bocor karena memang sengaja tidak ditambal dengan baik, hanya dikasih selang dan dialirkan ke tangki2 yg sudah disiapkan.

Sambil nyeruput kopi, ngomong masalah bocor saya kok jadi ingat seseorang yang tidak boleh disebut namanya itu ya ?
Oke, kita sebut saja namanya "Mawar". Mawar adalah korban perkosaan.... Halah, malah kayak berita kriminal di koran.

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Rabu, 09 Desember 2015

ZOMBIE DI SEKITAR KITA

Sejak terbentuknya Aliansi nasional anti syiah atau anas, bulan april 2014 di masjid al fajr bandung, provokasi tentang akan meledaknya perseteruan sunni syiah semakin gencar.

Sesudah deklarasi di bandung, berturut2 mereka mendeklarasikan cabang2nya di garut, tasikmalaya sampai kalimantan. Mungkin sudah puluhan jumlahnya cabang mereka. Anas sendiri dikomandani seorang mantan jenderal dibelakangnya dgn beberapa orang yg menyebut diri mereka ulama.

Anti Dari Anti
Satu kejadian pernah terjadi di bogor, ketika seorang ustad terkenal dengan suara seraknya, berseru "jihad" akibat ia diserang sekelompok orang tak dikenal yang merasa ter-provokasi oleh spanduk anti syiah. Sayangnya seruan itu sangat prematur dan tidak terjadi gerakan spt yg diharapkan. Tetapi itu menjadi sebuah pertanda bahwa kejadian serupa akan diulang ketika mereka sudah matang dengan propaganda2 berupa seminar, pengajian, majelis taklim, spanduk dan lain2. Provokasi akan dilakukan seolah2 mereka mendapat serangan, untuk selanjutnya mereka berdalih membela diri dengan seruan perang.

8 november kemarin di surakarta, mereka mengeluarkan poin2 seminar bahwa syiah siap melakukan kudeta di NKRI. Menurut mereka, syiah dari lebanon sudah siap sedia di negeri ini untuk menunggu perintah dari Iran untuk melakukan kudeta. Konsep brainwashing mereka terapkan dengan memutar balik fakta bahwa ISIS adalah syiah, memanfaatkan momentum peringatan pemerintah bahwa ISIS adalah teroris.

Lalu kenapa selain syiah mereka juga mengabarkan bangkitnya komunis bersama syiah akan kudeta di Indonesia ? Ini tidak lepas dari keterlibatan Rusia di suriah. Mereka mendoktrin bahwa Rusia itu komunis, padahal faktanya Presiden Rusia adalah seorang katolik yang taat. Mereka menyembunyikan data kepada umat mereka bahwa Rusia bukan lagi Uni Sovyet, yang dulu berhaluan komunis.

Pertanyaannya, untuk apa mereka bersusah payah melakukan propaganda ini ?

Jika melihat pola2 yang sama di timur tengah terutama Libya dan Suriah, isu sektarian selalu dimainkan untuk satu tujuan yaitu menjatuhkan pemerintahan yg sah. Pola propaganda dilakukan utk mencuci otak rakyat dan pada saat kebohongan berulang2 itu akhirnya diterima sebagai kebenaran, maka mereka akan memulai dengan gerakan mengatas-namakan rakyat.

Fungsi propaganda itu adalah memunculkan gerakan pro dan kontra di tengah rakyat. Sesudah pro dan kontra semakin tajam, lalu dibuatlah peristiwa2 yang akan melemahkan pemerintah seperti kerusuhan2 di beberapa daerah sehingga terkesan negara tidak aman. Selain itu mereka bermain di pelemahan ekonomi, sehingga banyak yang merasa lapar.

Ketika kepercayaan masyarakat yang menurun kepada pemerintah semakin lebar, mereka mulai membenturkan pro dan kontra tersebut. Aparat2 pemerintah disusupi supaya terbelah. Berita2 dibangun simpang siur sehingga banyak yang lemah akal bingung mana yang salah dan yang benar.

Kerusuhan meluas, dan seperti kita tahu di Libya berakhir dengan kejatuhan Muammar Qaddafi, meski di Suriah mereka belum berhasil menjatuhkan Bashar Assad. Jika gerakan rakyat belum berhasil spt di Suriah, maka mereka akan menyerukan jihad ke internasional sehingga masuklah sipil militan dari berbagai negara utk membantu menekan. Bashar Assad sendiri di propagandakan sebagai syiah padahal bukan.

Kembali ke negara kita, pola yg sama mereka terapkan. Membalik fakta melalui berita2 supaya banyak orang kebingungan, meruncingkan perbedaan agama supaya terjadi kerusuhan, dan kita sudah melihat bagaimana tolikara dan singkil berhasil dibakar. Diharapkan situasi ini akan memancing daerah lain untuk membalas dendam.

Mereka memetakan dengan baik situasi di beberapa daerah. Yang mayoritas kristen, di provokasi dgn membakar tempat ibadah muslim dan juga sebaliknya. Untuk daerah seperti Jawa, isu agama tidak selaku di daerah maka di munculkanlah isu mazhab seperti sunni dan syiah. Jaringan dibangun dulu, untuk kemudian digerakkan sesudah dimunculkan momen yang tepat. Perhatikan, Bogor melarang kegiatan asyura sedangkan purwakarta melarang kegiatan anti syiah. Terus di peruncing.

Investasi untuk membangun kondisi ini sangat mahal, karena melibatkan sumber daya manusia yg banyak dan waktu yg panjang. Tetapi mereka juga tidak memberikan dana secara gratis.

Namanya investasi pasti ada waktu kembalinya. Mereka berharap ketika negara ini rusuh, maka mereka akan menguasai penuh sumber daya alam di Indonesia yang kaya seperti emas d Freeport dan migas. Mereka juga akan kembali menguasai Petral yg sdh dibubarkan yang selama ini menguntungkan mereka 250 milyar per hari. Belum lagi lahan pangan dan lahan hutan.

Jadi, meskipun isu yang dibangun tentang sunni syiah, ini murni bukan masalah sektarian tetapi imperialisme yg dibangun atas nama sektarian. Kewaspadaan ini bukan hanya untuk sunni, untuk syiah tetapi juga agama lain, karena yang akan diserang adalah keutuhan negara kita. Indonesia akan dipecah2, masing provinsi akan menyatakan merdeka. Ketika pecah, akan lebih mudah mereka menguasai daerah2. Ingat anggota DPRD Riau yang pernah menyatakan akan keluar dari NKRI karena masalah asap ?

Bagusnya pemerintah sangat tanggap akan hal ini. Dibangunnya infrastruktur2 di luar jawa menandakan bahwa pengembangan ekonomi akan diratakan di seluruh daerah sehingga tidak terkesan ekonomi terpusat ke Jawa yg membuat iri daerah.

Kita berpacu dengan waktu melawan pemikiran mereka. Indonesia akan menjadi suriah ke 2 atau tidak, sepenuhnya tergantung kita.

Meski kita tertawa melihat begitu bodohnnya propaganda mereka, seperti syiah sudah menyiapkan puluhan ribu pedang untuk kudeta atau puluhan ribu syiah lebanon sudah masuk Indonesia, tetapi jangan hilang waspada.

"Jangan pernah memandang remeh orang2 bodoh dalam kelompok besar" kata George Calin.

Ketika orang2 dungu itu terprovokasi, maka mereka akan menjadi api yang membakar kemana2, tanpa memandang suku ataupun agama. Sebab mereka seperti zombie yang tidak berakal dan di remote hanya untuk satu tujuan yaitu menghancurkan.

Sudah terasa hambar kopinya ?

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Selasa, 01 Desember 2015

PIYE TOH MASSS..

Sebenarnya malas mengomentari masalah pelarangan asyura yang dilakukan Bima Arya, walikota Bogor.

Kenapa ? Karena nanti dituding syiah dan syiah tidak perlu dimintai pandangan. Kedua, karena seperti yang sudah dialami mazhab syiah berabad2, semua tekanan dan fitnah kepada mereka, bukannya menjadikan mereka menyusut jumlahnya tapi malah berkembang pesat karena beritanya terangkat ke nasional dan orang jadi mencari tahu syiah itu apa ? Jadi, anggap saja promosi gratis untuk syiah.

Bima Arya dan WPID

Tapi sesudah mas Bima komentar bahwa apa yang dilakukan mas dengan melarang kegiatan asyura karena kondisi darurat, nah disini yang saya merasa aneh meski saya sebelumnya sudah menebak apa yang melatar-belakangi mas Bima berlaku seperti itu.

Ini darurat apa toh, mas ? Apa takut Bogor rusuh begitu ? Lalu terjadi bakar2an tempat ibadah dan akhirnya sekian ratus orang mati, tah ? Terus nanti ujung2nya mas Bima dianggap gagal, popularitasnya turun dan ga kepilih lagi, begitu ya ?

Coba deh baca UUD pasal 29 ayat 2, bahwa negara menjamin kebebasan beragama dan menjalankan ibadah. Itu berarti apa, mas ? Berarti sesuai konstitusi mas Bima bisa mengerahkan keamanan untuk mencegah kerusuhan. Lha, jangan dibandingin ma konser musik yang berpotensi rusuh dong, konser kan gak diatur dalam UUD. Piye toh, mas.. mas.. ( sambil ngunyah sirih )

Kalau mau minta pandangan tentang asyura ya jangan minta pandangan sama yang ga ngerti toh mas. Kenapa ga tanya NU aja ? Wong jelas2 NU itu organisasi besar yang pengaruhnya sangat kuat dibandingkan komunitas2 kecil yang ada embel2nya Islam itu. Pandangan MUI ? Lha, MUI iku sopo toh ? Lembaga negara aja bukan, kok dimintai pandangan tentang konstitusi ? Masak MUI sekarang merambah menjual stempel halal ke penyelenggaraan ibadah ?

Kalau sudah ada pegangan konstitusi terus takut, saya malah jadi bertanya, sampean itu abdi negara atau abdi ormas ? Bahaya sekali kalau abdi negara yang memegang konstitusi diatur2 oleh mereka yang berkepentingan. Apa karena mereka yang kemarin2 memberikan suara dan mas takut kehilangan suara mereka gitu ? Kalau itu, ya mboh mas.... ( ngemil ban dalem )

Jajaran aparat seperti polres, polsek kan tinggal tunggu komando mas Bima. Amankan, mereka tinggal 86. Kalau masalah takut rusuh, semua juga takut rusuh. Wong anak kecil berantem aja bisa rusuh satu desa. Mbok ya, tegas dengan berpegangan pada konstitusi gitu lho mas.

Duh, saya nanti disangka Ahok lover kalau bicara ini, tapi bisakah mas Bima sedikit saja belajar kepada Ahok ? Ahok itu gada takut2nya kalau masalah gini, mas.

Bayangkan, dia melarang semua melakukan kegiatan ibadah di Monas. Semuanya. Padahal yang mau melakukan kegiatan ritual disitu adalah komunitas Majelis Rasulullah yang massanya puluhan ribu, mas. Apa kalau dilarang gitu mereka gada kemungkinan untuk rusuh ? Pasti ada dan besar kemungkinannya. Tapi dengan penjelasan yang masuk akal dan melakukan dialog termasuk koordinasi dgn pihak keamanan, gak terjadi apa2 tuh ?

Tuh Ahok lho mas, yang wilayah pemerintahannya jauh lebih luas, dengan tekanan jauh lebih besar dan massa yang lebih beringas. Malu dong mas, malu. Sebagai orang muda seharusnya pikirannya lebih terbuka dgn wawasan yang luas. Kalau model mas Bima kayak begini, apa bedanya ma pejabat zaman orba ? Piye, enak zamanku toh ? ( sambil melambai2kan tangan )

Saya pasti dibilang orang yang tidak paham situasi dan kondisi Bogor, saya tahu itu. Tapi sebenarnya situasi dan kondisi yang bagaimana sih, mas ? Gak ambil contoh Ridwan Kamil yang memperbolehkan kegiatan asyura di Bandung ? Coba liat, rusuh ngga ? Ngga toh ? Itu baru namanya pemegang konstitusi, mas.. Gada yang bisa nyetir dia.

Bima Arya
Memang ada perbedaan antara penakut dan pemberani dalam ranah pemimpin, mas. Bedanya ada di kemampuan menghadirkan jabatan sebagai amanat dan bukan peluang. Orang kalau sudah melihat jabatan sebagai amanat, tidak akan pernah takut mau popularitas turun atau mau kehilangan kursi, yang penting sudah berjalan sesuai konstitusi. Kalau yang melihat jabatan sebagai peluang ya, pastilah takut kehilangan suara.

Ini era pemimpin pemberani, mas bukan penakut. Ini era orang berpikiran terbuka, bukan tertutup. Orang akan menghargai keberanian langkah seorang pemimpin ketika dia benar. Cobalah sesuatu yang baru, jangan terlalu terjebak pada pola pemikiran lama yang didoktrinkan orang2 disamping anda. Anda yang mengontrol mereka, bukan mereka yang menguasai anda.

Ah, saya sudahi dululah. Nanti saya disangka menggurui anda yang pintar dan sedang berkuasa lagi.

Gak usah jauh2 ke Ahok dan Ridwan Kamil, coba contohlah Nassar, mas.. Dia berani disita mobilnya oleh mantan istri demi prinsip dan harga diri. Meski akhirnya mengusap air mata di depan kamera, "Aku tuh gak bisa diginiin..." Dia mintanya digituin...

Ngopi sek mas, biar tangguh..

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Kamis, 19 November 2015

HIDUP BODOH, MATI BODOH

Sejak akal kita mencapai tahap kedewasaan, atau dikenal dengan nama baligh, Tuhan mengajarkan kita melalui begitu banyak peristiwa.

Akal kita menyerap dan merekam semua peristiwa2 itu sehingga pengetahuan kita pun bertambah, seiring banyaknya ilmu yang kita dapat dari melihat, mendengar sampai mengalami sendiri peristiwa2.

Seluruh peristiwa yang dihadirkan kepada kita, tujuannya supaya kita mengenal diri kita sendiri. Dan ketika mengenal diri kita, kita pasti mengenalNya.

Tetapi begitu banyak kita kehilangan momen untuk mengerti makna dari peristiwa2 yang datang. Terkadang peristiwa2 itu datang dan pergi tanpa sedikitpun kita mampu menemukan maknanya. Apalagi ketika kita sedang jatuh cinta kepada dunia dan dunia sangat mencintai kita. Semakin kuat rasa cinta itu, semakin tebal kabut di akal kita.

Hidup Bodoh, Mati Bodoh Tanpa Mengenal

Ketika semua unsur duniawi berdatangan, kita menganggapnya sebuah kesuksesan. Semakin tinggi penghargaan orang kpd kita, maka kita akan semakin merasa sukses. Lihat, begitu bodohnya kita. Mengukur kesuksesan dari ukuran dunia, dimana semua itu sebenarnya hanya sementara saja.

Ada yang kita lupa bahwa di dunia ini sebenarnya adalah kesempatan kita untuk mengumpulkan poin2 amal. Begitu banyak poin berserakan, tinggal kita pungut dan kita kumpulkan. Dan menariknya lagi, poin2 itu datang sendiri kepada kita tanpa perlu kita mencarinya dengan susah payah. Orang miskin, anak yatim, saudara yang kesusahan, teman yg butuh pencerahan dan ratusan poin lainnya yang datang, kadang dengan model dan bentuk yang berbeda. Persis seperti kita main game, dimana datang poin2 bonus yg kita kumpulkan supaya bisa masuk ke level yg lebih tinggi.

Tapi, pahamkah kita bahwa itu poin yang harus kita ambil ? Bodohnya lagi kita, kita selalu mengabaikannya. Kita tolak mereka yg datang meminta bantuan karena kita lebih mementingkan kenyamanan diri kita. Kita sibuk mengumpulkan dan mempertahankan harta, sehingga dalam hidup, kita malah tidak berbuat apa2.

Kita tahu bahwa satu waktu kita akan ditanya, tapi kita tidak pernah mempersiapkan jawabannya. Karena mau jawab apa ? Tidak ada yg kita lakukan di dunia selain memikirkan diri kita sendiri. Kita ada tetapi kita tidak ada. Orang lain tidak mendapatkan manfaat apapun dari keadaan kita. Mereka hanya kenal kita secara fisik, yang memorinya bertahan saat mereka mengantarkan kita ke liang kubur sesudah itu hilang. Mereka tidak mengenal kita secara ruh, dimana meskipun jasad kita sudah tidak ada, tetapi mereka merasakan kehadiran kita dengan apa yang kita tinggalkan semasa hidup.

Pertanyaan yang tajam akan menghunjam kelak, seperti apa yang kamu lakukan di dunia dengan semua ilmumu, hartamu dan ibadahmu ? Apakah semua itu berfungsi utk membantu sesamamu ?

Karena semasa hidup kita bodoh, maka matipun kita dalam kondisi bodoh. Tidak paham harus menjawab apa nantinya ketika diminta pertanggung-jawaban terhadap fungsi kita di dunia ini. Seperti seorang murid yang tahu bahwa sebentar lagi ada ujian kelulusan, tetapi ia tidak mau belajar meski ia tahu dengan begitu ia terancam tidak lulus. Ketika akhirnya berhadapan dengan kertas soal, satupun tidak ada yang mampu dijawabnya karena memang ia tidak mengerti. Dan begitu dia berharap akan lulus ?

Akal adalah mahluk paling mulya yang diciptakan Tuhan untuk mendampingi manusia. Tidak mudah memang untuk melangkah, tetapi setiap kita menahan langkah, satu poin llagi hilang terabaikan..

Secangkir kopi pagi ini rasanya renyah ketika sayup2 suara chris martin lewat menyapa telinga,

"Nobody said it was easy,
No one ever said it would be this hard..
Oh take me back to the start...."

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Selasa, 17 November 2015

AGAMA ITU AKAL

 Agama itu akal. Tidak beragama orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Berapa banyak ayat di kitab suci yang menyuruh manusia untuk menggunakan akal dan berfikir ? Sangat banyak. Bukan hal yang sia2 Tuhan menyematkan akal kepada manusia. Disana Tuhan menurunkan nikmat dan memberikan siksa.

Akal disematkan supaya manusia mengenal Tuhannya. Semua petunjuk2 dipaparkan melalui triliunan peristiwa dan dijabarkan melalui lisan para manusia suci-Nya dan akal menyerapnya. Semua itu untuk keselamatan manusia didunia, supaya mereka tidak tersesat di rimba belantara ini.

Dari penjelasan itu sebenarnya kita sudah bisa memahami, apa yg terjadi pada manusia yang memaksa dirinya beragama tanpa menggunakan akal ? Mereka menjadi dungu, bebal, picik, mudah dicuci otak, lemah keyakinan dan ujungnya adalah fanatik, berakhir dengan radikal.

Tiba2 agama menjadi sebuah kebanggaan yg harus dipamerkan. Agama bukan lagi menjadi pelita untuk menerangi jalan gelap supaya kaki ini tidak salah melangkah. Agama malah dijadikan batu untuk melempar mereka2 yang sedang sibuk mencari dirinya.

Tidak berakal sinonim dengan gila. Gila karena terlalu bernafsu dengan seragamnya, dengan kelompoknya. Gila karena terlalu bangga dengan dirinya yang merasa sudah pasti mendapat surga. Gila karena nikmat akalnya sudah dicabut dan yang tertinggal hanya kebencian tanpa arah.

Agama Itu Akal
Dimanakah peran iblis disini ?

Iblis selalu berada di pucuk pimpinan kelompok orang2 gila yang beragama dengan nafsu besarnya. Mereka berbaju ulama dengan penampilan dan pengetahuan yang membuat manusia merasa rendah diri ketika berhadapan dengannya. Ingat, iblis adalah ahli ibadah kelas wahid yang beribadah begitu kuat selama 600 tahun lamanya.

Dalam surat al-hijr sudah dibeberkan janji iblis yang mengerikan, "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan mereka) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya." Iblis hanya menyesatkan dengan membangkitkan nafsu manusia, selebihnya manusia itu sendiri yang terbelenggu nafsunya sehingga tidak mempergunakan akalnya.

Iblis mengajak mengaji, bukan meng-kaji. Iblis menyuruh kembali ke alquran dan sunnah, tapi menyasarkannya. Iblis mengajak shalat, tapi memperburuk ahlak. Iblis menyuruh memperkuat aqidah, yang menunjukkan kelemahan. Halus sekali cara penyesatannya. Ia bermain di ranah iman dan kesombongan. Ia mencampur-adukkan petunjuk dengan penyesatan.

Salahkah iblis ? Tidak juga. Karena ia sudah divonis sebagai penghuni neraka, dan ia tidak ingin sendirian. Iblis akan tertawa terbahak nantinya dan menyalahkan manusia yang mau mengikuti perkataannya untuk mengedepankan nafsunya daripada akalnya.

Dan kenapa Tuhan mengijinkannya berbuat begitu ? Karena Tuhan maha adil memberikannya bayaran atas kuatnya ibadahnya pada masa lampau.

Maka kita melihat sekarang begitu banyak manusia yang menjadi seperti iblis, beragama dengan kesombongan. Mereka menggunakan aksesoris2 keagamaan supaya orang melihat kepadanya dengan rasa takjub. Mereka memanfaatkan situasi itu untuk menjual ayat dengan murahnya untuk kepentingan dirinya.

Perhatikan saja dengan baik, ulama yang berbaju iblis selalu berlebih2an di dalam dunia. Mereka tidak mengenal konsep sederhana. Dengan dunianya yang berlebih, ia mengangkat derajatnya supaya orang tunduk, merasa rendah dan akhirnya mengikuti semua perkataannyaa tanpa menggunakan akal untuk mem-filternya.

Situasi inilah yang diprihatinkan Nabi Muhammad saw ketika berkata, "umatku pada akhir zaman jumlahnya banyak, tapi mereka seperti buih dii lautan.." Mudah terseret dalam kesesatan akibat terperangkap nafsunya. Baru ngaji sedikit, sudah mengkafirkan yang lainnya.

Secangkir kopi di pagi hari seharusnya menyadarkan akal bahwa ilmu itu tidak berada di ketinggian untuk digapai. Ia berada di kedalaman untuk digali.

Agama itu akal. Hewan tidak mempunyai agama, mereka hanya punya nafsu dan selalu berkelompok berdasarkan sifat dan jenisnya. Tuhan mengajari kita melalui alam sekitar.

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Minggu, 01 November 2015

DEMI HUSSAIN

Ketika seorang teman nasrani mengupload foto seorang pendeta yang sedang mengusap kepala seorang bapak, tidak terasa saya menjadi begitu terharu.

Saya merasa terlempar ke masa sekian ribu tahun lalu, saat pasukan Yazid bin Muawwiyah berbaris dan barisan paling depan memegang tombak yang diatasnya terpancang kepala Imam Hussain as, yang mereka penggal saat pertempuran yg tidak seimbang. Sedangkan di belakang barisan berjejer keluarga Imam yang tersisa, berjalan dengan dirantai, kehausan dan kelaparan.

Demi Hussain
Seorang pendeta nasrani yang kaget melihat barisan pasukan besar dengan berani menghampiri kepala pasukan dan bertanya, "kepala siapa yang kalian taruh di mata tombak itu ?" Kepala pasukan dengan bangga berkata, "seorang pemberontak. Namanya Hussain bin Ali bin Abu thalib.."

Kaget pendeta itu dan spontan bertanya, "Apakah dia cucu Muhammad, Nabi kalian ?" Kepala pasukan mengangguk. Pendeta menawarkan mereka semua istirahat sejenak karena hari mulai malam.

Malamnya, pendeta mendatangi kepala pasukan dan memohon untuk sebentar saja membawa kepala Imam Hussain as dan dia berani membayar. Sesudah sepakat, pendeta lalu membawa kepala Imam Hussain as ke biliknya. Ia memandikan kepala yang kotor dan berdebu itu, memberikannya wewangian sambil terisak dan terus menciuminya.

"Wahai cucu Muhammad, gerangan apa yang membuat mereka sekejam ini kepadamu ? Bukankah datukmu yang membawa ajaran kasih kepada umat ini ? Beginikah balasan mereka kepada cucu Nabinya sendiri ?"

Peristiwa Karbala adalah peristiwa besar yang namanya tidak kunjung padam. Bahkan setiap arbain, 40 hari kematian Imam Hussain as dan syuhada2nya, lebih dari 20 juta orang berjalan bersama2 memperingati perjalanan penuh darah itu dari Najaf ke Karbala sejauh 80 km. Dan itu bukan hanya umat muslim, para pendeta-pun berjalan bersama karena mereka mempunyai emosi yang sama.

Demi Hussain
Saya banyak belajar dari kisah ini, karena ruh-nya menyebar ke seluruh dunia dan membuat para pejuang revolusi menundukkan kepala menghormati perjuangannya. Soekarno, Mahatma Gandhi, Che Guevara dan banyak lagi. Ini bukan tentang agama. Ini tentang kemanusiaan yang diinjak2 dan dilawan dengan penuh keberanian. Kisahnya begitu lengkap mulai dari penghianatan sampai keajaiban yang terjadi di medan perang.

Secangkir kopi pagi ini entah kenapa menjadi hambar.

Dan ketika saya heran kenapa dulu teman2 syiah begitu dalam memukul dada mereka sambil menangis, saya akhirnya paham bahwa mereka ingin meredakan rasa sakitnya. Sakit yang mereka pendam begitu lama dan mereka jadikan api untuk membela kemanusiaan dimanapun peristiwa itu berada. Demi Hussain.

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Minggu, 25 Oktober 2015

ISLAM NUSANTARA, HARI SANTRI & BELA NEGARA

Kalau kita perhatikan dengan benar, mesin program revolusi mental sudah mulai bekerja, meski tidak dikoar2kan.

Salah satu cabang dari revolusi mental adalah konsep Islam Nusantara. Seperti pernah saya bahas, konsep Islam Nusantara ini diluncurkan supaya kita bisa memilah mana islam toleran dan mana islam radikal. Kemudian disusul program hari santri nasional untuk merapatkan barisan para santri.

Islam Nusantara
Kenapa agama Islam lebih diutamakan ? Karena mayoritas penduduk negeri kita beragama Islam. Ketika mayoritas ini menjadi radikal, maka negara-pun terancam. Usaha2 untuk me-radikalisasi Islam di Indonesia ini jelas sekali terlihat dengan tumbuhnya media2, organisasi2 dan manusia2 yang bersumbu pendek dan cuti nalar. Mereka ini tidak sedikitpun memiliki nasionalisme untuk Indonesia, tetapi untuk Arab Saudi.

Islam Nusantara
Triliunan rupiah dana Saudi mengalir ke Indonesia dalam bentuk pembangunan pesantren2, organisasi massa dan lain2. Dana besar mereka masuk dengan membawa program khilafah, yang isinya menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dengan hukum syariat, yang tentunya syariat versi mereka. Program kerohanian Islam di sekolah2, masjid2, majelis2 dan pengajian2 menjadi sasaran utama penyebaran paham mereka. Budaya arab dipaksakan masuk ke Indonesia. Yang berbeda dengan mereka, dituding sesat dan kafir begitu juga dgn lambang negara kita.

Melawan konsep radikalisasi Islam ini, negara menggandeng NU dan Muhammadiyah. Meski masih berbeda pandang dgn Muhammadiyah terhadap hari santri yang baru dicanangkan, tetapi NU sudah bergerak dengan menerjunkan santri2nya ke daerah yang rawan konflik. Mereka melakukan brain-storming terhadap konsep Islam Nusantara kepada muslim disana sampai mendirikan madrasah, supaya mereka tidak menjadi radikal. Inilah perang yang sudah berjalan. Perang pemikiran.

Revolusi Mental
Salah satu cabang dari program revolusi mental adalah bela negara. Program ini mirip dengan yang dilakukan para santri, hanya targetnya adalah masyarakat umum yang tidak tersentuh para santri. Brainstorming terhadap wawasan kebangsaan dan menguatkan kembali nilai2 nasionalis yang pudar selama era reformasi. Rakyat diwajibkan kembali memahami apa itu negara kesatuan. Jika nasionalisme sudah mengakar kuat, maka rakyat tidak mudah diadu domba dengan isu2 sektarian. Apalagi sekarang bahkan di sekolahpun ada pelarangan hormat bendera karena dianggap syirik. Bela negara tidak seperti wajib militer yang fokus pada pelatihan bersenjata.

Inilah titik2 penting yang pertama dilakukan negara untuk melawan infiltrasi asing yang ingin mengoyak kebangsaan kita. Kita belajar banyak dari jatuhya Libya, rusuhnya Suriah dan chaos di Irak.

Titik2 revolusi mental di tempat lain belum tersentuh seperti korupsi, karena lembaga hukumnya sendiri masih penuh tikus2 berkerah putih. Saya menunggu langkah brilian untuk hal ini, dan saya yakin apa yang dilakukan Jokowi tidak ekstrim seperti yang dilakukan pemerintah China yang menyediakan peti mati. Langkah Jokowi ini biasanya lebih panjang dan memutar. Dia bukan model yang main pukul trus musuh terjengkang, karena musuh bisa saja bangkit dan memukul balik lebih keras.

Model Jokowi ini adalah memberi racun pelan2 sambil diajak makan dan ketawa2, lama2 musuhnya merasa tubuhnya sakit dan mati di tempat tidur dengan tersenyum. Tidak sempat lagi memikirkan kapan memberontak, karena ia merasa aman. Itulah cara yang dia lakukan dalam memberantas paham radikal di negeri ini dan akan dia lakukan dalam memberantas para tikus yang berdasi. Yang pasti, fokusnya pasti tikus di lembaga2 hukum dulu.

Ah, mungkinkah dia juga sedang berusaha menyingkirkan dengan halus Jaksa Agung yang dulu terpaksa dia terima demi koalisi yang kuat di parlemen ?

Coba kita tanya pada secangkir kopi..

Penulis: Denny Siregar
Read more ...

Indonesia

Air Hidup

Advertise Here

Designed By VungTauZ.Com